MKS PDA Kota Surabaya Gelar Pendampingan Digitalisasi Pengelolaan Keuangan LKSA se-Surabaya
Surabaya, 20 Juni 2026 — Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya menggelar kegiatan Pendampingan Pengelolaan Manajemen Keuangan LKSA se-Surabaya pada Sabtu (20/6/2026) di LKSA Panti Asuhan Putri 'Aisyiyah II Surabaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen MKS PDA Kota Surabaya dalam membangun tata kelola keuangan yang amanah, transparan, tepat, dan berdaya guna di lingkungan amal usaha 'Aisyiyah.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua PDA Kota Surabaya, Ibu Alifah Hikmawati, S.Th.I, serta jajaran MKS PDA Kota Surabaya, yakni Ketua MKS Ibu Zuhrotul Farida, S.Ag, Ibu Ellen Veronika, dan Ibu Siti Maslamah. Adapun peserta kegiatan terdiri atas para pengurus dan pengelola harian dari empat LKSA di bawah naungan 'Aisyiyah Surabaya, yaitu LKSA Panti Asuhan Yatim Putri 'Aisyiyah I Barata Jaya, LKSA Panti Asuhan Putri 'Aisyiyah II Surabaya, LKSA Panti Asuhan 'Aisyiyah Wiyung, dan LKSA Panti Asuhan As Sa'adah.
Dalam sambutannya, Ketua MKS PDA Kota Surabaya, Zuhrotul Farida, S.Ag, menegaskan bahwa pendampingan ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Menurutnya, masih ditemukan sejumlah persoalan dalam pelaporan keuangan di beberapa panti asuhan, sehingga perlu adanya pembinaan bersama agar seluruh lembaga memiliki pemahaman dan keterampilan yang seragam.
"Ada beberapa temuan di panti-panti, sehingga kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama untuk memperbaiki pelaporan keuangan, khususnya bagi Panti Asuhan As Sa'adah dan Panti Asuhan 'Aisyiyah Wiyung, agar semua bisa sama-sama belajar. Hal ini penting untuk mengurangi kekeliruan dalam pelaporan dan membiasakan lembaga selalu siap jika sewaktu-waktu dilakukan monitoring dan evaluasi," ujarnya.
Ia menambahkan, pencatatan transaksi keuangan seharusnya dilakukan setiap hari dan tidak ditunda-tunda. Menurutnya, kedisiplinan dalam pencatatan merupakan bagian dari upaya membangun keteraturan amal usaha 'Aisyiyah, termasuk dalam menunaikan kewajiban ZIS 10 persen kepada PDA Kota Surabaya. Karena itu, pelatihan ini juga diarahkan agar para pengelola mampu menyusun laporan keuangan harian secara tertib dan akuntabel.
Sementara itu, Ketua PDA Kota Surabaya, Alifah Hikmawati, S.Th.I, dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan lembaga untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya di era digitalisasi. Menurutnya, pengelolaan keuangan modern tidak lagi bisa dilepaskan dari kemampuan memanfaatkan sistem digital secara baik.
"Kalau kita ingin menjadi orang yang beruntung, maka kita harus bisa mengikuti zaman. Sekarang adalah era digitalisasi. Tidak ada ilmu yang tidak bisa dipelajari. Selama kita mau memahami, insyaallah kita bisa menerima pembelajaran dengan baik," tutur Alifah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada MKS PDA Kota Surabaya yang telah menginisiasi pelatihan keuangan dengan pendekatan yang lebih modern. Menurutnya, momentum awal tahun baru Hijriah menjadi saat yang tepat untuk mendorong seluruh amal usaha 'Aisyiyah agar terus berkembang dan menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Setelah sambutan, kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua PDA Kota Surabaya.
Pendampingan ini mengangkat tema besar digitalisasi laporan keuangan. Hal tersebut disampaikan oleh Ibu Ellen Veronika, yang menekankan bahwa pengelolaan keuangan lembaga sosial harus bergerak mengikuti perkembangan sistem administrasi yang lebih modern, rapi, dan mudah dipantau. Dengan digitalisasi, proses pencatatan dan pelaporan diharapkan menjadi lebih efisien, sistematis, serta memudahkan evaluasi dan pengawasan.
Kegiatan inti dimulai sekitar pukul 14.45 WIB setelah rangkaian pembukaan dan sambutan selesai. Dalam sesi materi, Ibu Siti Maslamah memaparkan tentang manajemen anggaran, mulai dari perencanaan anggaran, pengelolaan, hingga pengawasan penggunaan dana. Ia menjelaskan bahwa manajemen anggaran sangat penting untuk menjamin keberlanjutan organisasi sekaligus mencegah terjadinya kebocoran dana.
Menurutnya, terdapat empat pilar utama dalam manajemen anggaran, yakni perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi anggaran. Keempat aspek tersebut menjadi fondasi penting agar pengelolaan keuangan lembaga tidak hanya tertib secara administratif, tetapi juga mampu menopang keberlangsungan program pelayanan sosial di panti asuhan.
Melalui kegiatan ini, MKS PDA Kota Surabaya berharap seluruh LKSA di bawah naungan 'Aisyiyah dapat semakin siap menerapkan sistem pengelolaan keuangan yang profesional, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Pendampingan ini juga diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun budaya tertib administrasi keuangan di lingkungan amal usaha 'Aisyiyah, sehingga setiap pengelolaan dana benar-benar bernilai amanah, ibadah, dan memberi manfaat berkelanjutan bagi lembaga maupun para penerima layanan sosial.
📥 Unduh Materi Pendukung
Link Materi Paparan Bisa di Download di Sini:
Link Contoh Form Laporan Keuangan Bisa di Download di sini: